Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Dalam desain grafis, teks juga dianggap gambar karena merupakan hasil abstraksi simbol-simbol yang bisa dibunyikan. Desain grafis diterapkan dalam desain komunikasi dan fine art. Seperti jenis desain lainnya, desain grafis dapat merujuk kepada proses pembuatan, metoda merancang, produk yang dihasilkan (rancangan), atau pun disiplin ilmu yang digunakan (desain).
Read More ..Kamis, 16 April 2009
2. apakah photoshop 7.0 itu?
Adobe Photoshop, atau biasa disebut Photoshop, adalah perangkat lunak editor citra buatan Adobe Systems yang dikhususkan untuk pengeditan foto/gambar dan pembuatan efek
7.0 merupakan versi dari photoshop tsb.
3. jelaskan area kerja dari photoshop beserta langkahnya
Bagian dasar dari Photoshop yang perlu diketahui diantaranya, Menu Bar, Option Bar, Toolbox, Canvas, Pallete serta Status Bar.
Menu Bar berisi menu-menu atau perintah-perintah dasar dari file, misalnya seperti membuat file baru (Ctrl+N), menyimpan file (Save), mencetak file (Print), membuka file (Open), mengatur Mode Color (RGB, CMYK, Grayscale dsb), memfilter obyek, memunculkan Pallete, mengatur View dan masih banyak lagi.
Option Bar akan mendisplaykan tool apa yang sedang aktif beserta opsi-opsinya.
Canvas adalah area kerja atau halaman yang digunakan untuk menempatkan obyek baik gambar maupun teks.
Toolbox adalah kumpulan-kumpulan tool yang berfungsi untuk menciptakan obyek, merubah obyek baik itu berupa gambar maupun teks.
Pallete adalah tool yang berfungsi untuk mendukung fungsi dari toolbox, seperti pengaturan warna, teks, paragraph, history, layer dan masih banyak lagi.
Status Bar berisi tentang informasi file yang sedang aktif, seperti View-nya brapa % , size document nya brapa, serta tool yang sedang aktif dan keterangan menggunakan tool yang aktif tersebut.
4. berikan satu contoh karya photoshop beserta langkahnya
Untuk membuat gambar desain terlihat menarik, terkadang diperlukan efek-efek dramatis pada teks yang ingin Anda gunakan. Banyak sekali efek-efek teks yang bisa Anda buat. Salah satunya adalah efek “kilau”. Efek ini akan membuat teks terkesan lebih realistis, menarik, dan berkilauan. Di samping itu efek ini juga akan membuat tulisan terlihat seperti aksesori berbahan metal 3D dengan kilauan cahaya.
Untuk membuatnya, pertama-tama buat file baru dari Photoshop dengan mengklik “File | New”. Gunakan ukuran layer sesuai keinginan Anda dengan background “Transparant” dan warna “RGB”. Beri warna hitam. Gunakan tool “Text” untuk membuat teksnya. Warna teks disarankan putih dan mempunyai ketebalan yang cukup agar efek metalnya lebih kentara. Sesuaikan ukuran teks agar dapat mengisi seluruh area. Klik kanan pada layer “Text” lalu pilih “Rasterize Layer”. Klik kanan sekali lagi pada layer tersebut dan pilih “Blending Options”. Pilih efek “Bevel and Emboss” dengan “Direction Up”. Tentukan nilai size-nya sebesar 5 pixel. Pilih juga efek “Gradient Overlay” dengan warna gradient hitam dan nilai opacity “30”, lalu klik “OK”.
Bulatan cahaya: Hapus ujung-ujung garis agar Anda mendapatkan efek cahaya
Sekarang tekan tombol “W” untuk mengaktifkan “Magic Wand Tool”. Ubah nilai “Tolerance” menjadi “0”. Sambil menahan “Shift”, pilih4 semua huruf yang ada lalu klik “Select | Modify | Contract”. Beri nilai contract sebesar “5” pixel.
Sekarang buat layer baru bernama “Teks2” dan letakkan di susunan paling atas. “Fill” daerah yang terseleksi dengan warna putih. Tekan tombol “G” dan klik pada daerah yang terseleksi. Selanjutnya, klik “Filter | Noise | Add Noise” dan beri nilai “Amount” sebesar 50. Aktifkan option “Gaussian” dan “Monochromatic”. Tekan “[Ctrl]+[F]” dua kali untuk mengaplikasikan filter yang sama.
Tambahkan folder lainnya dengan mengklik “Filter | Noise | Dust & Scratch”. Beri nilai “Radius” 1 dan “Threshold” 130 lalu klik “OK”. Klik juga “Filter | Stylize | Emboss” dan beri nilai “Angle” sebesar 90, “Height” 3, “Amount” 130, lalu klik “OK”. Untuk meningkatkan pencahayaannya, klik “Image | Adjustment | Brightness and Contrast”. Beri nilai 70 pada “Brightness” dan -20 pada “Contrast”. Tekan “[Ctrl]+[D]” menghilangkan seleksi.
Langkah selanjutnya adalah memberi efek pada layer “Teks2”. Klik kanan layer “Teks2” dan pilih “Blending Options”. Pilih efek “Bevel and Emboss” dengan pilihan “Direction Down”, nilai “Deep” sebesar 30, dan 5 untuk “Soften”. Pilih juga efek “Inner Shadow” dengan “Opacity” sebesar 30. Nilai-nilai tersebut tidak mutlak. Anda dapat mencoba-coba untuk mendapatkan hasil yang terbaik.
Sekarang teks sudah terlihat memiliki kedalaman cahaya. Anda tinggal menambahkan kilauan cahaya pada teks tersebut. Caranya, buat layer baru dengan nama “Kilau” lalu buat tanda “X” melalui fungsi “Line tool”. Tekan tombol “U” dan tentukan tebalnya (size), kurang lebih 3 pixel. Untuk membuat line yang baik, sebaiknya Anda gunakan tombol “Shift” sambil menarik garis dalam layer “Kilau”. Setelah terbentuk huruf ‘X”, klik kanan layer “Kilau”, lalu pilih “Rasterize Layer”. Gunakan fungsi “Brush tool” untuk membuat bulatan di perpotongan garis pada huruf “X” tadi. Untuk “Brush tool” ini, gunakan ukuran yang sesuai dengan besarnya layer dan tulisan yang Anda buat. Pilih jenis “Brush” “Soft Edge” yang bentuk ujungnya agak transparant. Apabila bulatan sudah Anda buat, kini gunakan “Eraser tool” dengan bentuk brush “Soft Edge” juga. Klik pada ujung-ujung garis “X” sehingga bulatan dan huruf “X” terlihat agak menyatu. Jika bulatan kurang terlihat bercahaya, gunakan “Brush tool” sekali lagi pada bagian tengahnya. Duplikasikan layer “Kilau” ini sebanyak dua atau tiga kali dan tempatkan pada sudut-sudut huruf untuk mendapatkan efek menarik.
Hasil akhir: Teks yang Anda buat akan terlihat berkilau akibat adanya pancaran cahaya.
Rabu, 04 Februari 2009
Periklanan adalah fenomena bisnis modern. Tidak ada perusahaan yang ingin maju dan memenangkan kompetisi bisnis tanpa mengandalkan iklan. Demikian pentingnya peran iklan dalam bisnis modern sehingga salah satu bonafiditas perusahaan terletak pada berapa besar dana yang dialokasikan untuk iklan tersebut. Di samping itu, iklan merupakan jendela kamar dari sebuah perusahaan. Keberadaannya menghubungkan perusahaan dengan masyarakat. Khususnya konsumen.
Periklanan selain merupakan kegiatan pemasaran juga merupakan kegiatan komunikasi. Kegiatan pemasaran meliputi strategi pemasaran, yakni logika pemasaran yang dipakai unit bisnis untuk mencapai tujuan pemasaran (Kotler, 1991:416).
Menurut Liliweri (1991:20), kegiatan komunikasi adalah penciptaan interaksi perorangan dengan mengunakan tanda-tanda yang tegas. Komunikasi juga berarti pembagian unsur-unsur perilaku, atau cara hidup dengan eksistensi seperangkat ketentuan dan pemakaian tanda-tanda. Dari segi komunikasi, rekayasa unsur pesan sangat tergantung dari siapa khalayak sasaran yang dituju, dan melalui media apa sajakah iklan tersebut sebaiknya disampaikan. Karena itu, untuk membuat komunikasi menjadi efektif, harus dipahami betul siapa khalayak sasarannya, secara kuantitatif maupun kualitatif.
Pemahaman secara kuantitatif akan menjamin bahwa jumlah pembeli, dan frekuensi pembelian yang diperoleh akan sejalan dengan target penjualan yang telah ditetapkan. Pemahaman secara kualitatif akan menjamin bahwa pesan iklan yang disampaikan akan sejalan dengan tujuan pemasaran yang telah ditetapkan.
Sementara itu, periklanan menurut Kamus Istilah Periklanan Indonesia adalah pesan yang dibayar dan disampaikan melalui sarana media, antara lain: pers, radio, televisi, bioskop, yang bertujuan membujuk konsumen untuk melakukan tindak membeli atau mengubah perilakunya (Nuradi, 1996:4).
Iklan pada dasarnya adalah produk kebudayaan massa. Produk kebudayaan masyarakat industri yang ditandai oleh produksi dan konsumsi massal. Kepraktisan dan pemuasan jangka pendek antara lain merupakan nilai-nilai kebudayaan massa (Jefkins, 1996:27). Artinya, massa dipandang tidak lebih sebagai konsumen. Hubungan antara produsen dan konsumen adalah hubungan komersial semata saja. Interaksinya, tidak ada fungsi lain selain memanipulasi kesadaran, selera, dan perilaku konsumen.
Jenis iklan yang dipaparkan di atas adalah jenis iklan komersial. Pada dasarnya, periklanan dibagi menjadi dua. Pertama, iklan komersial. Kedua, iklan nonkomersial atau biasa disebut dengan istilah Iklan Layanan Masyarakat (ILM), yang akan menjadi inti tulisan ini.
Kehadiran ILM dimaksudkan sebagai citra tandingan (counter image) terhadap keberadaan iklan komersial. Karena selama ini, iklan komersial sering dituduh menggalakkan konsumerisme. Merangsang konsumen untuk berkonsumsi tinggi, dan menyuburkan sifat boros.
Sebagai sebuah citra tandingan, pada dasarnya ILM adalah alat untuk menyampaikan pesan sosial kepada masyarakat. Media semacam ini sering dimanfaatkan oleh pemerintah untuk menyebarluaskan program-programnya. Sebagai media yang bergerak dalam bidang sosial, ILM pada umumnya berisi pesan tentang kesadaran nasional dan lingkungan. Misalnya ILM yang dibuat untuk menyukseskan program imunisasi nasional, pemberantasan nyamuk demam berdarah, virus flu burung, budaya gemar membaca, budaya menabung, menjaga lingkungan hidup, membuang sampah pada tempatnya, tertib lalulintas, wajib pajak, hemat listrik, donor darah, penyalahgunaan narkoba, dan sebagainya.
ILM adalah iklan sosial. Keberadaannya bersifat independen. Ia tidak terkait pada konsep bisnis perdagangan, politik atau agama. Bentuk fisiknya tidak berbeda dengan iklan komersial, sebab keduanya merupakan media komunikasi visual yang berperan untuk mempengaruhi khalayak luas sebagai target sasaran agar dapat tergerak hatinya untuk melakukan sesuatu yang dianjurkan oleh pesan ILM tersebut. Oleh karena itu, perencanaan sebuah ILM mengacu pada konsep iklan komersial.
Tampilan ILM harus tepat pada sasaran yang dituju. Karena pada dasarnya, ILM itu bertujuan menggugah kesadaran terhadap pemecahan suatu masalah sosial yang sedang aktual. Dalam sajiannya, ILM harus mampu bersaing di antara kolom-kolom berita informasi di media massa cetak dan iklan komersial yang menawan dalam tampilan visualnya.
ILM merupakan aktivitas periklanan yang berlandaskan gerakan moral. ILM mengemban tugas mulia membangun masyarakat melalui pesan-pesan sosial yang dikemas secara kreatif dengan pendekatan simbolis. Sayangnya muatan pesan verbal dan pesan visual yang dituangkan di dalam ILM terlalu banyak. Secara visual, desain ILM yang disajikan pun menjadi jelek, tidak komunikatif, kurang cerdas, dan terkesan menggurui. Akibatnya masyarakat luas yang diposisikan sebagai target sasaran dari ILM dengan serta merta akan mengabaikan pesan sosial yang disampaikan oleh ILM tersebut.
Dampak selanjutnya, pesan sosial yang ingin disampaikan oleh pemerintah menjadi mubasir. Artinya, pesan verbal dan pesan visual yang terkandung di dalam ILM sangat lambat untuk ditindaklanjuti oleh target sasaran. Hal itu terjadi karena frekuensi penayangan ILM di media massa khususnya media massa cetak perlu diperbanyak dan lebih bersifat agresif. Sebab dengan frekuensi penayangan yang sangat rendah, pesan-pesan sosial yang terkandung di dalamnya sangat muskil diposisikan dalam benak khalayak sasaran. Apalagi ditindaklanjuti dengan gerakan positif seperti diisyaratkan dalam pesan-pesan sosial ILM tersebut.
